Pemkab Solok Pastikan Pengelolaan dan Distribusi Bantuan Galodo Tepat Sasaran
PNews | Solok (SUMBAR)--- Pemerintah Kabupaten Solok memastikan pengelolaan dan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak bencana galodo dilakukan secara tertib, tercatat dan mengacu pada kebutuhan serta sebaran masyarakat terdampak di lapangan.
Kepastian tersebut disampaikan menyikapi adanya pemberitaan dan narasi yang berkembang di ruang publik terkait keberadaan serta pendistribusian sejumlah bantuan bencana yang sebelumnya diserahkan oleh para donatur ke Rumah Dinas Bupati Solok.
Bantuan tersebut merupakan donasi dari sejumlah pihak yang memiliki hubungan silaturahmi dengan Bupati Solok Dr(Hc) Jon Firman Pandu, SH. Para donatur datang secara langsung ke Rumah Dinas Bupati untuk menyerahkan bantuan, tanpa terlebih dahulu melalui proses pengumpulan di gudang Posko Bencana.
Pasca bantuan diterima, Sekretariat Posko Bencana Kabupaten Solok dipanggil untuk melakukan pendataan dan pencatatan terhadap item bantuan yang masuk. Dengan demikian, bantuan tersebut tetap tercatat dalam administrasi posko dan menjadi bagian dari data pengelolaan bantuan bencana.
Asisten II Setdakab Solok, Jefrizal, S.PT., M.T., selaku Bidang Logistik dan Perlengkapan, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak membawa seluruh bantuan tersebut ke gudang posko dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tempat penyimpanan yang telah penuh.
“Bantuan tersebut tetap dilakukan pencatatan oleh posko. Kondisi gudang yang sudah penuh menjadi salah satu pertimbangan sehingga bantuan tidak semuanya dibawa ke gudang,” jelas Jefrizal.Kamis (8/10/2026)
Terkait pendistribusian bantuan secara langsung kepada masyarakat oleh Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Jefrizal menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan berpedoman pada data dan peta sebaran bantuan.
“Pada prinsipnya, Ketua TP PKK membantu posko mendistribusikan bantuan langsung ke rumah masyarakat dengan berpedoman pada data dan peta sebaran bantuan. Pola distribusi tersebut diupayakan tepat sasaran dan tepat guna,” ujarnya.
Jefrizal menambahkan, keterlibatan TP PKK maupun GOW dalam membantu masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk partisipasi sosial yang positif, terlebih dalam kondisi masyarakat membutuhkan percepatan bantuan.
“TP PKK maupun GOW merupakan bagian dari representasi pemerintah daerah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadiran organisasi tersebut di lapangan diharapkan dapat memperkuat upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Sementara itu, terkait pemberitaan yang berkembang dan mengkritisi kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Solok, Bupati Solok Dr(Hc) Jon Firman Pandu, SH., Jefrizal menegaskan bahwa Bupati tidak anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelenggaraan pemerintahan.
“Bupati Jon Firman Pandu tidak anti kritik. Sampaikan saja secara baik-baik dan elegan. Kritik tentu menjadi bagian penting dalam memperbaiki pemerintahan yang kita pimpin,” ujar jefrizal.
Jefrizal menilai perbedaan pandangan dalam melihat suatu persoalan merupakan sesuatu yang wajar. Pemerintah tidak perlu memberikan respons berlebihan terhadap setiap kritik yang muncul, sebab masyarakat sebagai pembaca memiliki kemampuan untuk menilai informasi secara objektif.
“Kalaupun masih menggunakan bahasa yang keras dan menghujat, semua kita serahkan saja kepada pembaca. Pembaca akan menilai kualitas tulisan yang rasional dengan tulisan yang terbawa perasaan,” katanya.
Jefrizal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap menghormati kebebasan pers dan fungsi media sebagai bagian dari kontrol sosial. Ia berharap setiap kritik maupun pemberitaan dapat disampaikan berdasarkan fakta, proporsional, berimbang dan tetap mengedepankan etika jurnalistik.
“Yang paling penting bagi kami adalah tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kritik silakan disampaikan, karena itu bagian dari demokrasi. Tetapi mari kita sama-sama menjaga agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, relawan, organisasi kemasyarakatan, TP PKK, GOW, TNI, Polri, aparatur pemerintah serta seluruh pihak yang telah ikut membantu masyarakat terdampak bencana galodo.
Di tengah kondisi tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana, Pemkab Solok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat gotong royong. Setiap bantuan yang datang diharapkan dapat dikelola secara tertib dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan data serta kondisi riil di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat terdampak secara efektif, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
#Del Parang








Tidak ada komentar