Breaking News

Dihujat di Media Sosial, Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah Buka Suara Soal Gangguan Air Bersih di Kubung

 
PNews | Solok (SUMBAR)--- Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauza, S.Pt., M.M., akhirnya angkat bicara setelah perusahaan yang dipimpinnya menjadi sasaran kritik dan hujatan di media sosial akibat terganggunya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Kubung selama lima hari terakhir.

Di tengah derasnya keluhan masyarakat, tim teknis Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah justru menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Setelah melakukan penyisiran jaringan pipa transmisi sepanjang sekitar 7 kilometer dari sumber mata air Gantung Ciri menuju wilayah pelayanan, petugas menemukan dua gumpalan besar karung plastik yang menyumbat bagian dalam pipa transmisi.

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya unsur sabotase terhadap jaringan distribusi air bersih yang menjadi sumber utama pasokan bagi ribuan pelanggan. Meski demikian, pihak Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah menegaskan dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebagai tindakan yang disengaja.

Febri Fauza menjelaskan, gangguan distribusi mulai terjadi sejak Jumat (10/7/2026). Pada awalnya, petugas menduga penyebab gangguan berasal dari beberapa titik kebocoran pada jaringan pipa. Namun setelah seluruh kebocoran berhasil diperbaiki, debit air yang mengalir ke pelanggan tetap tidak kembali normal.

Kondisi tersebut membuat tim teknis melakukan penelusuran menyeluruh terhadap jaringan transmisi sepanjang kurang lebih 7 kilometer yang melintasi medan berbukit dan cukup sulit dijangkau.

"Selama beberapa hari terakhir petugas berjibaku menyusuri jaringan pipa, melakukan pembongkaran sambungan, pemeriksaan katup, hingga membuka beberapa titik pipa transmisi. Hari ini kembali ditemukan gumpalan besar karung plastik yang tersangkut di dalam pipa dan menghambat aliran air menuju pelanggan," ujar Febri Fauza, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, secara teknis keberadaan karung plastik berukuran besar di dalam pipa merupakan kondisi yang sangat tidak lazim. Pada sistem intake telah dipasang filter penyaring yang dirancang untuk menahan benda-benda berukuran besar agar tidak masuk ke jaringan transmisi.

"Kalau ada material yang terbawa aliran air, paling hanya pasir halus atau partikel kecil. Karung plastik sebesar itu tidak mungkin bisa melewati filter yang ada di intake. Karena itu kami menduga ada penyebab lain dan hal ini akan kami dalami lebih lanjut," jelasnya.

Akibat gangguan tersebut, sekitar 1.200 pelanggan terdampak, terutama di Rayon Perumahan KPM, Rayon Perumahan Rabo dan Tanah Lapang, serta Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela.

Menanggapi berbagai tudingan yang ramai di media sosial, Febri Fauza meluruskan bahwa informasi yang menyebut seluruh wilayah pelayanan mengalami mati air total tidak sepenuhnya benar. Selama proses perbaikan berlangsung, perusahaan melakukan rekayasa distribusi dengan memanfaatkan sumber air alternatif sehingga sebagian pelanggan masih tetap memperoleh pasokan air.

"Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela masih mendapatkan aliran air hingga malam ini melalui sumber alternatif. Begitu juga Rayon Perumahan KPM yang tetap menerima pasokan air sejak pagi hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Artinya kondisi ini masih dapat kami atasi, meskipun distribusi belum sepenuhnya normal," katanya.

Ia mengaku memahami kekecewaan pelanggan karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berkembang di media sosial tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kami memahami keluhan pelanggan. Namun kami berharap informasi yang berkembang tidak menggiring opini seolah-olah seluruh wilayah mengalami mati air total. Faktanya, kami terus melakukan pengaturan distribusi agar sebanyak mungkin pelanggan tetap mendapatkan pelayanan," ujarnya.

Selama proses penanganan gangguan, Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah juga mengoperasikan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang belum dapat dialiri melalui jaringan perpipaan.

"Kami telah menurunkan kendaraan tangki air untuk melayani kebutuhan pelanggan. Kami juga memohon maaf apabila pelayanan melalui mobil tangki belum dapat menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan karena keterbatasan armada. Meski demikian, seluruh armada kami operasikan secara maksimal selama masa perbaikan," tutur Febri Fauza.

Ia menambahkan, gangguan tersebut merupakan kejadian luar biasa yang berada di luar perkiraan perusahaan. Jaringan yang terdampak merupakan pipa transmisi darurat pascabencana yang sebagian jalurnya masih berada di atas permukaan tanah sehingga relatif lebih rentan mengalami gangguan.

"Awalnya kami mengira pipa hanya terputus atau mengalami kebocoran. Setelah seluruh sambungan diperbaiki, ternyata aliran air tetap tidak normal. Setelah dilakukan penyisiran secara menyeluruh, baru ditemukan gumpalan karung plastik yang menyumbat bagian dalam pipa," jelasnya.

Hingga Rabu malam, tim teknis masih bekerja menyambung kembali jaringan pipa setelah seluruh material penyumbat berhasil dikeluarkan.

"Malam ini tim teknik masih bekerja memasang kembali sambungan pipa agar sistem distribusi dapat kembali berfungsi normal. Insya Allah, apabila seluruh pekerjaan berjalan lancar, distribusi air bersih bagi pelanggan di wilayah Kubung akan kembali normal mulai esok hari," ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset jaringan air minum. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa transmisi agar dapat segera ditindaklanjuti.

Meski temuan dua gumpalan karung plastik di dalam pipa memunculkan dugaan adanya unsur sabotase, Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah menegaskan bahwa dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman. Prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan dapat kembali normal secepat mungkin serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

#Dell Parang

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share