Breaking News

Produk IKM Kabupaten Solok Bersinar di INACRAFT 2026 Dibawah Binaan Dekranasda

PNews | Jakarta--- Produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Solok menunjukkan daya saing yang menjanjikan pada ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Keikutsertaan ini menjadi kesempatan strategis untuk menguji kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

INACRAFT 2026 diikuti lebih dari 1.300 stan dengan pengunjung dari berbagai negara, antara lain Jepang, Tiongkok, Malaysia, Singapura, serta kawasan Eropa dan Asia Tengah.

Untuk mempersiapkan keikutsertaan IKM, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok berperan aktif mendorong transformasi industri kerajinan melalui pembinaan, pendampingan, dan promosi berkelanjutan. Dekranasda membantu pelaku IKM meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas jejaring usaha.

Ketua Dekranasda Kabupaten Solok, Ny. Kurniati Jon Firman Pandu, menyampaikan bahwa Kabupaten Solok menampilkan beragam produk kerajinan unggulan, seperti kriya anyaman, songket, sulaman, dan produk berbasis kearifan lokal. Ia menekankan, industri kerajinan harus bergerak dari produksi bahan mentah menuju produk jadi yang siap bersaing di pasar. Menurutnya, pameran nasional menjadi ruang belajar penting bagi pelaku IKM.

Bupati Solok meninjau langsung stan Kabupaten Solok di INACRAFT 2026 dan menyatakan dukungan penuh bagi pelaku industri kerajinan. Selain memberikan motivasi, Bupati membeli beberapa produk sebagai bentuk nyata penguatan sektor IKM.

Kabid Perindustrian Kabupaten Solok, Candra Desi, SP, menilai INACRAFT efektif untuk meningkatkan mutu dan konsistensi produk. "Melalui pameran ini, pelaku IKM dapat memahami standar pasar nasional dan Global untuk menghasilkan produk siap pakai yang mampu masuk ke butik maupun pusat perbelanjaan modern, selain kualitas yang baik, produk kita memiliki cirikhas unik yang menjadi magnet bagi mata pengunjung, sehingga alhamdulillah produk IKM Kabupaten Solok terjual cukup laris diajang internasional ini" ujarnya.

Kabid Perdagangan Kabupaten Solok, Rince Kusmala Dewi, SE, MM, menambahkan, pameran ini membuka peluang kerja sama dan perluasan jaringan distribusi. "INACRAFT bukan hanya soal penjualan, tetapi juga kemitraan jangka panjang," kata Rince.

Salah satu capaian menonjol adalah minat pembeli mancanegara terhadap produk unggulan Kabupaten Solok. Produk anyaman berbasis pandan, “Lapiak Pandan”, menarik perhatian pembeli asal Jepang. Produk ini tidak hanya dibeli di lokasi pameran, tetapi juga dipesan ulang dalam jumlah lebih besar untuk dikirim ke Jepang. Keberhasilan ini menjadi indikator kuat potensi ekspor produk kerajinan Kabupaten Solok.

Kabid UKM Kabupaten Solok, Helfi Yuliardi, SH, menekankan pentingnya pengalaman tampil di pameran untuk membangun kapasitas pelaku usaha. Pemahaman pasar, branding, dan keberlanjutan usaha menjadi kunci agar IKM dapat bersaing di tingkat global.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Solok bersama Dekranasda menargetkan penguatan IKM melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas desain, standarisasi mutu, dan konsistensi produksi. Partisipasi aktif dalam pameran nasional maupun internasional akan terus didorong sebagai strategi membuka akses pasar dan ekspor. Dengan langkah ini, diharapkan IKM Kabupaten Solok naik kelas, berdaya saing global, dan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. 

#Rinal

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share