Breaking News

Harapan Warga Aia Dingin Mengalir dalam Dialog Bersama Bupati Solok

PNews | Solok (SUMBAR)--- Di Masjid Baiturrahim Cubadak, Nagari Aia Dingin, Jumat (13/02/2026), harapan itu mengalir pelan namun dalam. Warga datang dengan langkah yang tenang, membawa kegelisahan yang tak selalu terucap: tentang tanah yang diwariskan orang tua, rumah yang menjadi saksi tumbuh kembang keluarga, dan masa depan yang sedang dipertaruhkan oleh sebuah rencana pembangunan.

Di ruang ibadah yang penuh khidmat itu, masyarakat Aia Dingin akhirnya memiliki kesempatan menyampaikan isi hati mereka secara langsung kepada Jon Firman Pandu, Bupati Solok. Dialog terkait pembebasan lahan pembangunan Jalan Nasional Air Dingin menjadi ruang temu antara kepentingan pembangunan dan harapan warga agar hak mereka tetap dijaga dengan adil dan manusiawi.

Bagi masyarakat, pembangunan jalan nasional dipahami sebagai ikhtiar menuju kemajuan nagari. Jalan yang lebih baik diyakini akan membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendekatkan Aia Dingin dengan pusat-pusat pertumbuhan. Namun di balik keyakinan itu, tersimpan kekhawatiran yang wajar apakah proses pembebasan lahan akan berjalan transparan, dan apakah kehidupan mereka setelah pembangunan tetap terjamin.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga menyampaikan aspirasi tanpa nada penolakan, melainkan dengan harapan akan kejelasan dan kepastian. Mereka meminta agar proses penilaian lahan dilakukan secara objektif dan musyawarah tetap menjadi dasar setiap keputusan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Solok Dr.Hc. H. Jon Firman Pandu, SH., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan keadilan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan hak masyarakat.

“Pembebasan lahan adalah persoalan yang menyentuh kehidupan warga. Pemerintah berkomitmen menjalankan proses ini sesuai aturan, melalui musyawarah, dan memberikan ganti untung kepada masyarakat yang terdampak semaksimal kemampuan pemerintah daerah,” ujarnya.

Diskusi pun berlangsung hangat dan tertib. Warga mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pembebasan lahan, tahapan pembangunan, hingga kepastian proses ke depan. Pemerintah daerah memastikan setiap masukan akan dicatat dan menjadi bahan pertimbangan dalam langkah selanjutnya.

Wali Nagari Aia Dingin mengapresiasi kehadiran langsung Bupati dan jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, dialog yang digelar di masjid memberi rasa tenang bagi masyarakat karena persoalan penting dibahas di tempat yang menjunjung kejujuran dan kebersamaan.

“Di sini, kami berharap setiap keputusan lahir dari niat baik dan membawa keberkahan bagi nagari,” ujarnya.

Menjelang berakhirnya pertemuan, suasana masjid kembali hening. Harapan belum sepenuhnya terjawab, tetapi kepercayaan mulai tumbuh. Bagi warga Aia Dingin, dialog ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan awal dari proses panjang yang mereka harapkan dijalani dengan keadilan, empati, dan tanggung jawab. Jalan nasional yang akan dibangun kelak diharapkan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Sekretariat Daerah Jefrizal, Kasat Pol PP Asril, Kepala Dinas Kominfo Susi Sofianti Saidani, Camat Lembah Gumanti, Wali Nagari Aia Dingin, sejumlah pejabat di lingkungan Setda, serta tokoh masyarakat yang bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan tertib dan berkeadilan.

#Rinal 

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share