Breaking News

Dinas Pertanian Dorong Komoditi Alternatif di Tengah Trauma Serangan Tikus di Kawasan Tabek Laweh Nagari Talang

 
PNews | Solok (SUMBAR)--- Puluhan hektare lahan persawahan di kawasan Tabek Laweh, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, terpaksa dibiarkan terlantar oleh petani. Kondisi ini dipicu trauma mendalam akibat serangan hama tikus yang terjadi berulang kali dan menyebabkan gagal panen total dalam beberapa musim tanam terakhir.

Sejumlah petani mengaku enggan kembali menanam padi karena khawatir kerugian yang sama akan kembali terulang. Serangan tikus yang masif tidak hanya menghabiskan tanaman padi menjelang panen, tetapi juga memukul mental dan kemampuan ekonomi petani kecil yang bergantung penuh pada hasil sawah.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Solok yang turun mantau keadaan menyarankan langkah sementara berupa penanaman jagung ayam selama satu musim tanam padi. Alternatif ini dinilai mampu menghidupkan kembali lahan sawah yang terbengkalai sekaligus memberikan penghasilan bagi petani di tengah situasi darurat hama ( Selasa, 27/1/2026 ) 

“Jagung ayam relatif lebih tahan terhadap serangan hama tikus dan memiliki masa tanam yang singkat. Ini bisa menjadi pilihan sementara agar sawah tidak dibiarkan terbengkalai,” ujar Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok, Susi Warman, SP. 

Selain sebagai sumber pendapatan alternatif, penanaman jagung ayam juga diharapkan dapat membantu memutus siklus habitat tikus sawah. Dengan berkurangnya tanaman padi sebagai sumber pakan utama, populasi tikus diyakini dapat ditekan secara bertahap.

Sementara itu, gerakan pengendalian hama tikus terus dilakukan secara masif di seluruh kawasan persawahan yang terdampak. Dinas Pertanian bersama petani, kelompok tani, dan unsur nagari mengintensifkan pengendalian terpadu melalui gropyokan serentak, sanitasi lingkungan, serta pemasangan perangkap di titik-titik rawan serangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, S.P., M.P., menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemanfaatan lahan sawah melalui komoditas alternatif tersebut. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah adaptif yang realistis di tengah kondisi serangan hama tikus yang belum sepenuhnya terkendali.

“Kami mendukung pemanfaatan lahan agar tidak dibiarkan kosong. Sambil pengendalian hama tikus terus dilakukan secara masif dan terpadu, petani tetap bisa memperoleh hasil dari komoditas lain yang lebih aman dan cepat panen,” tegas Deslirizaldi.

Ia menambahkan, pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus serentak, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi petani hingga kondisi persawahan kembali aman untuk ditanami padi.

Dengan kombinasi pengendalian hama yang intensif serta pemanfaatan lahan melalui komoditas alternatif, diharapkan trauma petani di Nagari Talang dapat berangsur pulih dan aktivitas pertanian padi kembali normal pada musim tanam berikutnya.

#Rinal

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share