Breaking News

Beras Solok Kualitas Super Premium Terancam, Hama Tikus Guncang Ekonomi Petani

 
PNews | Solok (SUMBAR)--- Pasca gagal panen akibat serangan hama tikus yang tidak terkendali, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nagari Talang mendesak Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian untuk segera menetapkan status darurat hama tikus di Kecamatan Gunung Talang. Desakan tersebut disampaikan pada Jumat (23/1/2026).

Serangan hama tikus dilaporkan telah berlangsung hampir satu tahun terakhir dan terus meluas. Sejumlah upaya pengendalian yang dilakukan Dinas Pertanian sebagai respons awal dinilai belum memberikan hasil signifikan. Kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan luas sawah terdampak yang berujung pada gagal panen dan penurunan pendapatan petani.

Ketua Gapoktan Nagari Talang, Roni Agustian, menyampaikan bahwa ketidakmampuan mengendalikan hama tikus telah membuat petani berada dalam kondisi sulit. Ia menegaskan bahwa perekonomian masyarakat Nagari Talang sangat bergantung pada produktivitas padi sawah.

“Produktivitas padi sawah merupakan sumber utama penghidupan masyarakat. Ketika gagal panen terjadi berulang kali, kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Gapoktan meminta agar pemerintah daerah segera menetapkan status darurat hama tikus sehingga penanganan dapat menjadi prioritas. Dengan status tersebut, pemerintah diharapkan melakukan kajian teknis pengendalian hama secara profesional, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian serta lembaga akademik, seperti Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Selain itu, Gapoktan mendorong dilakukan pendataan menyeluruh luas sawah terdampak sebagai dasar penyusunan kebijakan subsidi bibit padi Solok Sokan dan subsidi pupuk bagi petani terdampak, guna memulihkan produktivitas lahan.

Sebagai informasi, pada tahun 2018, berdasarian penelitian tim Institut Pertanian Bogor (IPB) telah menetapkan wilayah Talang, Jawijawi Guguk, dan Pinang Sinawa sebagai daerah terbaik penghasil Beras Solok Sokan kualitas Super Premium. Potensi tersebut dinilai strategis untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Pandangan ini turut diperkuat oleh Nusatria, SH, aktifis Nasional Pemerhati lingkungan asal Nagari Talang. Menurutnya, Beras Solok Sokan memiliki peluang bisnis besar ketika dikenal oleh pasar kelas atas.

“Produk dengan kualitas super premium akan menarik perhatian konsumen. Saat permintaan meningkat sementara ketersediaan terbatas, harga jual akan naik, dan ini akan menarik minat investor,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan penghasil Beras Solok Sokan juga berpotensi menjadi laboratorium alami penelitian pertanian, yang akan mendorong keterlibatan akademisi dan peneliti, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison,M.Si., mengakui bahwa serangan hama tikus telah mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat. Ia menegaskan bahwa mayoritas masyarakat di kawasan tersebut memang menggantungkan hidup dari sektor padi sawah.

“Keadaan ini jelas mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat, karena sebagian besar warga hidup dari pertanian padi sawah,” kata Medison.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan segera membentuk Tim Pengendalian Hama Tikus serta menyusun kajian teknis jangka panjang sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim tanam dan panen berikutnya.

“Pada prinsipnya, ketika terjadi kondisi luar biasa yang mengganggu hajat hidup masyarakat, di situlah peran pemerintah untuk hadir dan mengatasi persoalan tersebut. Bupati Solok telah memerintahkan kami untuk segera menyikapi dan menindaklanjuti persoalan ini,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan hama tikus secara terpadu, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi Beras Solok Sokan sebagai komoditas unggulan daerah dan penopang utama kesejahteraan petani.

#Rinal

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share