Breaking News

Arahan dan Penegasan Sekda Medison kepada ASN dan PPPK Kabupaten Solok

PNews | Solok (SUMBAR)--- Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison,M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam memperkuat disiplin, kekompakan, dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam amanatnya setelah apel pagi, Senin (19/1/2026), Medison menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia secara tegas meminta agar segala bentuk saling membuli, menjatuhkan, maupun saling menilai ke arah pimpinan dihentikan.
“Kita (ASN) hanya boleh melakukan penilaian ke bawah dalam konteks pembinaan, bukan menilai ke atas. Kalau budaya menilai ke atas dibiarkan, organisasi (ASN) tidak akan pernah maju,” tegasnya.

Menurut Medison, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kepatuhan terhadap sistem, hierarki, dan tanggung jawab masing-masing. Ia mencontohkan kedisiplinan institusi seperti TNI dan Polri yang tidak membangun budaya saling menilai ke atas, melainkan fokus pada pelaksanaan tugas dan perintah.

Selain disiplin sumber daya manusia, Sekda juga menyoroti kondisi lingkungan perkantoran. Ia menyebutkan bahwa kantor pemerintahan merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Kondisi kantor yang kotor, pencahayaan yang tidak berfungsi, serta lingkungan yang tidak terawat dinilai mencerminkan lemahnya budaya kerja.
“Tahun 2026 ini kantor kita harus berubah. Lingkungan harus bersih, tertata, dan terang. Kantor ini harus bersinar,” ujarnya.

Medison menegaskan akan dilakukan pengecekan terhadap kondisi kantor-kantor OPD. Kantor yang tidak terawat akan diumumkan sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan. Ia juga menyampaikan rencana mengaktifkan kembali fungsi-fungsi fasilitas publik, termasuk penerangan jalan dan kawasan taman kota.

Salah satu target pemerintah daerah tahun ini adalah menghidupkan kembali taman kota agar dapat difungsikan sebagai ruang aktivitas masyarakat. Sesuai arahan Bupati, kawasan tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat pada bulan Ramadan mendatang.
“Semua ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Kekompakan kita menentukan ritme kerja dan keberhasilan visi-misi daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Medison juga menyampaikan kondisi pascabencana yang baru saja melanda daerah. Ia mengungkapkan total kerugian akibat bencana mencapai sekitar Rp1,9 triliun, mencakup kerugian masyarakat dan aset pemerintah daerah, yang telah dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi.

Di tengah situasi efisiensi anggaran, Medison menyampaikan kabar positif terkait pengembalian dana transfer dari pemerintah pusat untuk tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk Provinsi Sumatera Barat, dana yang dikembalikan mencapai sekitar Rp1,9 triliun, sementara Kabupaten Solok memperoleh alokasi sekitar Rp144 miliar.

Ia meminta seluruh OPD segera melakukan pengecekan dan pemetaan ulang terhadap kebutuhan mendesak yang belum terakomodasi dalam anggaran sebelumnya, baik untuk peningkatan pelayanan publik, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, program prioritas Bupati, maupun pembenahan fasilitas perkantoran.
“Semua kebutuhan penting dan mendesak agar segera disampaikan, karena akan kita tuntaskan dalam penyusunan anggaran bulan Januari ini,” ujarnya.

Sebagai penutup, Sekda Medison mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan profesionalisme dalam bekerja. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan serta kebersamaan menjadi kunci menghadapi tantangan, mempercepat pemulihan pascabencana, dan mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Solok melalui pelayanan publik yang optimal. 

#Rinal

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share