Cek Quality Control, Kajati Sumbar Pastikan Makanan Terbaik untuk Masyarakat Terdampak
PNews | Solok (SUMBAR)--- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok terus ditunjukkan berbagai pihak. Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat tidak hanya memastikan ketersediaan makanan, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat dan para relawan di lokasi bencana. Senin (28/9/2026)
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dr. Dedie Tri Haryadi, S.H., M.H., saat meninjau dapur umum Kejaksaan di kawasan bencana Arosuka, melakukan pengecekan langsung atau quality control terhadap makanan yang dipersiapkan sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi. Mulai dari bahan yang digunakan, proses pengolahan, kebersihan dapur hingga makanan siap didistribusikan menjadi perhatian Kajati Sumbar.
Dedie menegaskan, dalam kondisi bencana masyarakat membutuhkan makanan yang tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga aman dan berkualitas. Korban bencana berada dalam kondisi rentan sehingga makanan yang diberikan harus benar-benar dijaga kualitasnya agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan baru.
“Jangan sampai niat kita membantu justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, makanan harus dipastikan bersih, sehat dan layak dikonsumsi,” tegas Dedie saat memberikan arahan kepada jajaran yang terlibat dalam pengelolaan dapur umum.
Pengawasan tersebut juga diterapkan secara konsisten oleh jajaran Kejaksaan Negeri Solok. Kepala Kejaksaan Negeri Solok, Nurwendah Arumsari, S.H., M.H., memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan berjalan dengan baik, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, kebersihan hingga pendistribusian.
Dapur Umum Kejaksaan Negeri Solok setiap hari menyiapkan makanan dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak serta petugas dan relawan yang masih melakukan penanganan bencana galodo di Arosuka.
Dalam sehari, dapur umum tersebut menyiapkan sekitar 1.085 porsi makanan, terdiri dari 400 porsi sarapan, 400 porsi makan siang dan 285 porsi makan malam. Makanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak maupun unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
Langkah Kajati Sumbar melakukan quality control menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya diukur dari jumlah yang diberikan, tetapi juga dari kualitas dan keamanan yang diterima masyarakat. Di tengah kondisi darurat, Kejaksaan memastikan makanan yang sampai kepada korban galodo tetap bersih, layak konsumsi dan diharapkan mampu membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
#Del Parang








Tidak ada komentar