Breaking News

DEDI FAJAR RAMLI: Semangat Pejuang Kemerdekaan Menginspirasi Saya Perjuangkan Hak 16 Siswa SMA Guntal



PNews | Solok (SUMBAR)--- Semangat para pejuang kemerdekaan menjadi inspirasi bagi Anggota DPRD Kabupaten Solok, Dedi Fajar Ramli, untuk memperjuangkan hak 16 siswa SMAN 1 Gunung Talang (Guntal) yang tengah menghadapi persoalan status pendidikan dan disebut dikeluarkan dari daftar kelas.
“Semangat para pejuang kemerdekaan menginspirasi saya untuk terus memperjuangkan hak 16 siswa SMA Guntal. Mereka adalah anak-anak bangsa yang berhak mendapatkan pendidikan dan tidak boleh menjadi korban dari persoalan apa pun,” ujar Dedi.

Dedi mengakui bahwa secara kewenangan, pendidikan jenjang SMA/SMK bukan berada di bawah DPRD Kabupaten Solok. Namun, menurutnya, keterbatasan kewenangan tersebut tidak berarti dirinya harus diam ketika melihat persoalan yang menyangkut hak dan masa depan para siswa.
“Memang SMA/SMK bukan kewenangan kami sebagai DPRD Kabupaten Solok, sebagaimana yang pernah dilontarkan oleh oknum pimpinan SMA Guntal itu. Tapi perjuangan ini akan berat,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi menyatakan akan mendedikasikan segala potensi dan jaringan yang dimilikinya untuk mendorong agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara objektif, transparan dan berpihak kepada kepentingan siswa.
“Saya akan dedikasikan segala potensi dan jaringan yang ada untuk menegakkan kebenaran, menghancurkan kezaliman. Apapun risikonya, saya siap menghadapi secara jantan,” katanya.

Menurut Dedi, persoalan administrasi maupun kebijakan di lingkungan sekolah jangan sampai berdampak terhadap masa depan siswa. Anak didik, katanya, tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung konsekuensi dari persoalan yang berada di luar kendali mereka.
“Kita sedang berbicara tentang masa depan anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan hak belajar hanya karena persoalan administrasi atau kebijakan tertentu,” ujarnya.

Dedi juga menyampaikan pesan tegas kepada oknum pimpinan SMAN 1 Gunung Talang agar tidak merasa jabatan dan kekuasaan dapat digunakan untuk melakukan segala sesuatu tanpa batas.
“Satu hal yang mesti diingat oleh oknum pimpinan SMA Guntal itu, bahwa kebenaran akan tegak di atas segalanya. Jangan merasa kekuasaan bisa melakukan segalanya,” tegas Dedi.

Ia mengingatkan, setiap orang yang diberikan amanah jabatan semestinya memahami bahwa kekuasaan merupakan tanggung jawab, bukan alat untuk menekan ataupun merugikan pihak lain. Menurutnya, manusia telah diberikan akal dan hati nurani untuk membedakan tindakan yang benar dan yang salah.
“Sebaiknya segera sadar dan kembali ke jalan yang benar. Sesungguhnya manusia telah diberi kemampuan oleh Allah untuk menyadari apakah tindakan yang dilakukan itu benar atau salah,” tuturnya.

Dedi menilai, ketika seseorang terlalu dikuasai kepentingan, ego maupun kekuasaan, kejernihan hati dan pikirannya dapat terganggu sehingga berpotensi melakukan berbagai cara untuk mempertahankan kepentingannya. Karena itu, ia mengajak semua pihak mengedepankan akal sehat, hati nurani dan aturan yang berlaku.

Bagi Dedi, perjuangan tersebut bukan persoalan kepentingan pribadi maupun kelompok. Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan 16 siswa tidak menjadi korban dan tetap memperoleh hak pendidikan serta kesempatan untuk melanjutkan masa depan mereka.
“Saya tidak mencari musuh. Saya hanya ingin persoalan ini diselesaikan dengan benar. Kalau memang ada yang keliru, mari kita akui dan perbaiki. Jangan pertahankan sesuatu yang salah hanya karena merasa memiliki kekuasaan,” katanya.

Ia menegaskan akan terus mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang dimiliki, dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi para siswa.

Menurut Dedi, semangat kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan setiap 17 Agustus. Semangat para pejuang, katanya, harus diwujudkan dalam keberanian memperjuangkan keadilan dan melindungi hak masyarakat.
“Kalau para pejuang dahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan itu dengan memastikan hak-hak rakyat, termasuk hak pendidikan anak-anak, benar-benar terlindungi,” pungkasnya.

“Kebenaran mungkin bisa diuji, bisa dihadang dan bisa diperlambat. Tetapi pada akhirnya, kebenaran akan tetap tegak di atas segalanya,” tutup Dedi.

#Dell_Parang 

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share