Breaking News

Safari Ramadhan Subuh di Sulit Air, H. Candra Hadir Sendiri - Pejabat yang Abai Mesti Introspeksi dan Perbaiki Akhlak


PNews | Solok (SUMBAR)--- Wakil Bupati Solok, H. Candra, tetap melaksanakan Safari Ramadhan Subuh di Mushalla Darul Falah, Dusun Padang Panjang, Jorong Talago Laweh, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Selasa (3/3/2026), meski tanpa didampingi satu pun pejabat daerah.

Ketidakhadiran unsur pendamping dari jajaran pemerintah daerah menjadi sorotan tersendiri. Di tengah agenda resmi pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat, absennya pejabat terkait dinilai sebagai cerminan kurangnya sensitivitas, etika birokrasi, dan penghormatan terhadap pimpinan daerah.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah H. Candra. Ia tetap berdiri di hadapan jamaah, menyapa masyarakat dengan penuh kehangatan dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Sulit Air menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur jalan yang membutuhkan perawatan agar distribusi hasil pertanian masyarakat lebih lancar. Akses jalan, menurutnya, merupakan urat nadi perekonomian warga.

Menanggapi hal itu, H. Candra menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai mekanisme dan skala prioritas pembangunan daerah. Ia menyebut sektor pertanian dan ekonomi rakyat tetap menjadi fokus perhatian pemerintah.

Pada tausiah subuh, H. Candra mengangkat kisah ulama besar, Ahmad bin Hanbal, yang pernah diusir dari masjid saat hendak berzikir karena tidak dikenali penjaga. Tanpa marah dan tanpa memperkenalkan dirinya sebagai ulama besar, Imam Ahmad memilih bersabar dan tetap menjaga adab.

“Kadang kemuliaan tidak datang dari pengakuan manusia, tetapi dari ketulusan hati di hadapan Allah,” ujar H. Candra.

Pesan itu terasa relevan dengan situasi yang terjadi. Kehadiran seorang wakil kepala daerah dalam agenda resmi semestinya menjadi tanggung jawab bersama jajaran perangkat daerah. Etika birokrasi tidak hanya soal administrasi dan jabatan, tetapi juga tentang adab, loyalitas, serta penghormatan terhadap institusi dan pimpinan.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir berharap momentum ini menjadi bahan evaluasi internal. Mereka menilai pejabat publik tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga perlu pembinaan akhlak dan etika kepemimpinan agar tidak terkesan abai terhadap agenda pemerintahan yang langsung menyentuh rakyat.

Safari Ramadhan Subuh itu berlangsung khidmat. Tanpa rombongan besar dan tanpa seremoni berlebihan, kegiatan tersebut justru memperlihatkan esensi kepemimpinan: hadir, mendengar, dan melayani. Namun di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa disiplin, adab, dan rasa hormat dalam birokrasi bukan sekadar formalitas melainkan fondasi moral dalam menjalankan amanah pemerintahan. 

#Rinal

Tidak ada komentar

"BOFET HARAPAN PERI"


Selamat datang... Semoga Anda Puas, Silahkan Share