Redni Humaira Luruskan Isu: ASN Siap Jalankan Perintah Atasan
PNews | Kabupaten Solok (SUMBAR)--- Enam bulan kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu, SH, dan Wakil Bupati H. Candra, S.Hi., yang mengusung tagline Sejuk & Damai, kini mulai diwarnai riak-riak isu yang tak sedap. Desas-desus tentang dugaan pemaksaan mundur sejumlah pejabat eselon II merebak liar, menimbulkan kegelisahan tidak hanya di tengah masyarakat, tetapi juga di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Solok.
Dalam pusaran isu itu, nama Redni Humaira, ST, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, ikut terseret. Ia bahkan dituding melawan perintah pimpinan sebuah tuduhan yang menurutnya tidak benar dan cenderung melemahkan marwah kepemimpinan daerah.
“Cerita yang berkembang seolah saya melawan pimpinan itu sama sekali tidak benar. Narasi ini tidak akan mampu menjatuhkan wibawa pimpinan saya jika memang itu tujuannya,” tegas Redni dengan nada tenang.
Prinsip ASN: Amanah dan Loyalitas
Puluhan tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara, Redni mengaku telah ditempa oleh banyak pengalaman. Ia menyadari betul bahwa jabatan hanyalah sebuah amanah, bukan sesuatu yang harus dipertahankan mati-matian.
“Saya tidak pernah berpikir mempertahankan jabatan ini. Jabatan itu amanah. Kewajiban saya melaksanakan tugas dengan kemampuan terbaik, bahkan hingga ke perbatasan Kabupaten Solok. Saya menikmati tugas ini karena itu pengabdian,” ungkapnya.
Bagi Redni, loyalitas kepada pimpinan bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia menegaskan komitmen itu telah menjadi prinsip yang ia pegang sejak awal meniti karier sebagai ASN.
Siap Laksanakan Perintah
Redni juga menegaskan dirinya selalu siap menjalankan setiap instruksi pimpinan, apapun bentuknya, selama itu untuk kepentingan masyarakat.
“Sebagai ASN, saya dilatih untuk selalu siap melaksanakan perintah atasan demi kepentingan masyarakat. Jangankan mundur dari jabatan, bahkan kami siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Itu komitmen sejak awal pengabdian,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa dirinya tengah berupaya mempertahankan kursi jabatan dengan melawan arus. Menurut Redni, jabatan tidak pernah menjadi tujuan pribadi.
“Jabatan bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga. Bagi saya, pengabdian dan kepentingan umum selalu di atas segalanya,” tambahnya.
Imbauan Hentikan Isu Perpecahan
Di akhir klarifikasinya, Redni mengajak semua pihak untuk berhenti menyebarkan cerita-cerita yang bisa memicu kegaduhan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan keharmonisan birokrasi jauh lebih penting demi pelayanan kepada masyarakat.
“Sudahilah menyebar cerita yang dapat menimbulkan perpecahan ini. Mari kita sama-sama kembali dalam satu tagline yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Jon Firman Pandu, SH, dan H. Candra, S.Hi., yaitu Sejuk & Damai,” ucapnya.
Bahkan, ia menegaskan kesetiaannya menjaga wibawa pimpinan.
“Jika ada yang meragukan loyalitas saya kepada pimpinan, itu pikiran yang salah. Saya tidak akan diam jika ada upaya menjatuhkan wibawa dan harga diri pimpinan, karena saya orang yang siap mempertahankan,” tutup Redni.
#Rinal








Tidak ada komentar